The True Meaning of Bismillah

Bab 1

Kalimat yang Mengawali Wahyu

Tidak ada kalimat yang lebih sering diucapkan seorang Muslim selainbismillāhir-raḥmānir-raḥīm. Ia dibaca sebelum makan, sebelum membaca Al-Qur'an, sebelum menulis surat, dan sebelum banyak hal kecil yang hampir tidak kita sadari. Karena begitu akrab, kalimat ini mudah berubah menjadi kebiasaan lisan semata. Buku ini mengajak kita berhenti sejenak dan bertanya: apa sebenarnya yang kita ucapkan?

Wahyu pertama dan perintah membaca "dengan nama"

Lima ayat pertama yang turun kepada Rasulullah ﷺ di Gua Hira tidak sekadar memerintahkan membaca. Perintahnya adalah membaca dengan nama Tuhan.

QS. Al-Alaq · ayat 1–5

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ ٱقْرَأْ بِٱسْمِ رَبِّكَ ٱلَّذِى خَلَقَ ﴿١﴾ خَلَقَ ٱلْإِنسَـٰنَ مِنْ عَلَقٍ ﴿٢﴾ ٱقْرَأْ وَرَبُّكَ ٱلْأَكْرَمُ ﴿٣﴾ ٱلَّذِى عَلَّمَ بِٱلْقَلَمِ ﴿٤﴾ عَلَّمَ ٱلْإِنسَـٰنَ مَا لَمْ يَعْلَمْ ﴿٥﴾

1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,

2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.

3. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,

4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam,

5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

Teks: Tanzil.net · Terjemahan: Kemenag RI

Sejak awal, ilmu dan bacaan diletakkan di bawah nama Allah. Membaca bukan kegiatan yang netral; ia dikaitkan dengan Rabb yang menciptakan dan mengajarkan. Basmalah adalah bentuk ringkas dari sikap itu, dan setiap kali kita mengucapkannya, kita mengulang pelajaran pertama wahyu.

114 kali dalam mushaf

Basmalah tertulis di awal 113 surah. Satu-satunya surah yang dibuka tanpa basmalah adalah At-Taubah. Sebagai gantinya, basmalah muncul di tengah Surah An-Naml, dalam surat Nabi Sulaiman kepada Ratu Saba'. Dengan demikian jumlahnya tetap 114, sama dengan jumlah surah dalam Al-Qur'an.

QS. An-Naml · ayat 30

إِنَّهُۥ مِن سُلَيْمَـٰنَ وَإِنَّهُۥ بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ ﴿٣٠﴾

30. Sesungguhnya surat itu, dari SuIaiman dan sesungguhnya (isi)nya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Teks: Tanzil.net · Terjemahan: Kemenag RI

Ayat ini menunjukkan bahwa membuka surat dengan nama Allah sudah menjadi adab para nabi sebelum Rasulullah ﷺ. Ratu Saba' sendiri menyebut surat itukitābun karīm, surat yang mulia (QS An-Naml: 29).

Mengapa At-Taubah tanpa basmalah?

Ada dua penjelasan yang dikenal dalam kitab-kitab tafsir. Pertama, riwayat dari Utsman bin Affan ketika ditanya Ibnu Abbas: kandungan At-Taubah mirip dengan Al-Anfal, dan Rasulullah ﷺ wafat tanpa menjelaskan apakah keduanya satu surah, sehingga para sahabat menuliskannya berdampingan tanpa basmalah di antaranya. Kedua, pendapat yang dinisbatkan kepada Ali bin Abi Thalib: basmalah adalah jaminan rasa aman, sedangkan At-Taubah turun membawa pemutusan perjanjian dengan kaum musyrik yang berkhianat.

Kedua penjelasan itu tidak saling meniadakan. Yang pasti, penulisan mushaf mengikuti apa yang diterima dari Rasulullah ﷺ, bukan selera para penulisnya.

Apakah basmalah termasuk ayat?

Ulama sepakat basmalah di Surah An-Naml adalah bagian dari ayat. Mereka berbeda pendapat tentang basmalah di awal surah. Mazhab Syafi'i memandangnya sebagai ayat pertama Al-Fatihah, sehingga wajib dibaca dalam shalat. Banyak ulama Hanafi dan Hanbali memandangnya sebagai ayat tersendiri yang diturunkan untuk memisahkan surah. Mazhab Maliki tidak menghitungnya sebagai ayat di awal surah. Mushaf standar Indonesia mengikuti hitungan Kufah, sehingga basmalah dihitung sebagai ayat pertama Al-Fatihah.

Perbedaan ini lahir dari kehati-hatian, bukan keraguan. Semua pendapat menghormati basmalah sebagai kalimat yang ditulis para sahabat di dalam mushaf, dengan tinta yang sama dengan ayat-ayat lainnya.

Arah buku ini

Bab berikutnya membedah basmalah kata demi kata: hurufbā', kataism, lalu tiga nama Allah di dalamnya. Setelah itu kita melihat bagaimana Rasulullah ﷺ menghidupkannya dalam keseharian, dan bagaimana kalimat ini bisa berpindah dari lisan ke hati.