Bab 3
Allah, Ar-Raḥmān, Ar-Raḥīm
Setelah "dengan nama", basmalah menyebut tiga nama: Allah, Ar-Raḥmān, dan Ar-Raḥīm. Pilihan ini tidak kebetulan. Dari sekian banyak nama yang indah, nama yang menyertai setiap awal pekerjaan seorang Muslim adalah nama Zat-Nya dan dua nama kasih sayang.
Allah: nama yang tidak dimiliki selain-Nya
Allah adalah nama diri bagi Zat Yang Mahaesa. Nama-nama lain disebut sebagai sifat bagi nama ini: Allah Ar-Raḥmān, Allah Al-'Alīm, Allah Al-Ḥakīm. Tidak ada makhluk yang pernah dinamai Allah, dan Al-Qur'an menegaskan bahwa tidak ada yang sama dengan-Nya.
رَّبُّ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا فَٱعْبُدْهُ وَٱصْطَبِرْ لِعِبَـٰدَتِهِۦ ۚ هَلْ تَعْلَمُ لَهُۥ سَمِيًّا ﴿٦٥﴾
65. Tuhan (yang menguasai) langit dan bumi dan apa-apa yang ada di antara keduanya, maka sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beribadat kepada-Nya. Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia (yang patut disembah)?
Teks: Tanzil.net · Terjemahan: Kemenag RI
Ar-Raḥmān: rahmat yang meliputi segalanya
Ar-Raḥmān mengikuti polafa'lāndalam bahasa Arab, pola yang menunjukkan sesuatu yang penuh dan melimpah. Rahmat ini meliputi seluruh makhluk, yang beriman maupun yang ingkar, selama mereka hidup di dunia: udara yang dihirup, rezeki yang dimakan, dan kesempatan untuk bertaubat.
۞ وَٱكْتُبْ لَنَا فِى هَـٰذِهِ ٱلدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى ٱلْـَٔاخِرَةِ إِنَّا هُدْنَآ إِلَيْكَ ۚ قَالَ عَذَابِىٓ أُصِيبُ بِهِۦ مَنْ أَشَآءُ ۖ وَرَحْمَتِى وَسِعَتْ كُلَّ شَىْءٍ ۚ فَسَأَكْتُبُهَا لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ وَيُؤْتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱلَّذِينَ هُم بِـَٔايَـٰتِنَا يُؤْمِنُونَ ﴿١٥٦﴾
156. Dan tetapkanlah untuk kami kebajikan di dunia ini dan di akhirat; sesungguhnya kami kembali (bertaubat) kepada Engkau. Allah berfirman: "Siksa-Ku akan Kutimpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami".
Teks: Tanzil.net · Terjemahan: Kemenag RI
Nama Ar-Raḥmān juga khusus bagi Allah. Rasulullah ﷺ disebutra'ūfun raḥīm(QS At-Taubah: 128), tetapi tidak ada makhluk yang disebut Ar-Raḥmān. Al-Qur'an bahkan menyandingkannya langsung dengan nama Allah.
قُلِ ٱدْعُوا۟ ٱللَّهَ أَوِ ٱدْعُوا۟ ٱلرَّحْمَـٰنَ ۖ أَيًّا مَّا تَدْعُوا۟ فَلَهُ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ ۚ وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَٱبْتَغِ بَيْنَ ذَٰلِكَ سَبِيلًا ﴿١١٠﴾
110. Katakanlah: "Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu".
Teks: Tanzil.net · Terjemahan: Kemenag RI
Ar-Raḥīm: rahmat yang sampai dan menetap
Ar-Raḥīm mengikuti polafa'īlyang menunjukkan sifat yang terus berlangsung dan sampai kepada yang dikasihi. Banyak ulama menjelaskan bahwa rahmat ini dikhususkan bagi orang-orang beriman, terutama kelak di akhirat.
[AYAT: QS Al-Ahzab (33), ayat 43]
Ibnul Qayyim menjelaskan perbedaan keduanya dengan cara lain: Ar-Raḥmān menunjukkan sifat rahmat yang ada pada Zat Allah, sedangkan Ar-Raḥīm menunjukkan rahmat itu sampai kepada makhluk-Nya. Yang satu menggambarkan luasnya sumber, yang lain menggambarkan alirannya.
Satu bagian dari seratus
Rasulullah ﷺ menggambarkan luasnya rahmat Allah dengan perumpamaan yang sulit dilupakan. Allah menjadikan rahmat seratus bagian, menahan sembilan puluh sembilan di sisi-Nya, dan menurunkan satu bagian ke bumi. Dari satu bagian itulah seluruh makhluk saling menyayangi, sampai seekor induk kuda mengangkat kakinya agar tidak menginjak anaknya (HR. Bukhari no. 6000 dan Muslim no. 2752).
Dalam hadis qudsi yang lain, Allah berfirman bahwa rahmat-Nya mendahului murka-Nya (HR. Bukhari dan Muslim).
Mengapa rahmat, bukan kekuasaan?
Basmalah tidak berbunyi "dengan nama Allah Yang Mahaperkasa lagi Maha Menghukum". Setiap awal pekerjaan dibuka dengan dua nama kasih sayang. Ada pesan di sini: seorang hamba memulai dengan harapan, bukan dengan ketakutan yang melumpuhkan. Ia tahu dirinya lemah dan sering lalai, tetapi ia bersandar kepada Zat yang rahmat-Nya lebih luas dari kesalahannya.
Ini juga cermin bagi akhlak. Orang yang setiap hari berkali-kali menyebut Ar-Raḥmān dan Ar-Raḥīm semestinya menjadi orang yang paling lembut kepada sesama. Rahmat yang diminta dari langit sepatutnya juga dibagikan di bumi.